Selasa, 27 November 2012

Langit Senja

Terlihat sesosok awan hitam yang kelam berornamen tiga dimensi menutupi sang Mentari yang bergradasi kuning dan jingga. Sang Matahari sangat sabar dengan sang Awan yang bergerak mengikutinya.
Pemandangan siang hari yang mencolok berganti menjadi langit senja yang indah, hanya saja keindahan itu sangat singkat. Lalu kulihat dikejauhan sang Bulan datang dan siap menggantikan sang Mentari.. membawa ornamen baru. Biru kehitaman.
Pertanda bahwa langit senja akan segera usai.

Sejenak ku berfikir akankah citamu juga seperti langit senja ini, yang selalu berganti pada saat-saat yang indah?
Akankah orang lain menggantikan posisiku sebagai orang yang kau cintai seperti sang Bulan yang menggantikan sang Mentari?

Mungkin hanya waktu yang dapat menjawabnya. Aku hanya bisa berdoa kepada tuhan semoga kejadian yang aku bayangkan tidak akan terjadi.
Dan aku berharap cinta kita seperti air laut yang tidak akan habis meskipun hari akhir tiba..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar