Ku sambut pagi ini dengan senyuman. Dinginnya udara pagi dan cerahnya cahaya mentari menembus hingga tulang rusukku.
Saat aku duduk menunggu bel sekolah berbunyi, ku lihat sesosok lelaki kurus tinggi datang ke arahku. Ternyata dia duduk di depan sebelah kananku. Dia duduk hampir dekat denganku.
Tidak sedikitpun dia melihat ke arahku ataupun tersenyum kepadaku. Hati ini berbisik "kemarin, hari ini, dan mungkin besok aku yakin kamu akan berbeda. Ya, karna setiap hari kamu semakin indah dan semakin membuatku jatuh"
Aku hanya bisa memperhatikannya dari kejauhan secara diam-diam dan tanpa menyapa. Kenapa hati ini sangatlah gugup ketika aku berhadapan atau bertatap mata denganmu?
Kumis tipisnya, hidungnya yang mancung, kakinya yang kecil. Semua yang ada pada dirinya membuat aku merasakan jatuh untuk kesian kalinya. Jatuh tanpa merasakan sakit dan jatuh untuk bahagia. Seandainya kamu bisa merasakan itu, merasakan perasaan yang sama denganku, perasaan yang selama ini membuat aku terlampau bahagia dan hampir saja terbang ke dalam dunia khayalan itu.
Perasaan itu 'jatuh cinta'. Meskipun aku jatuh tapi aku akan tetap cinta.
Maaf karena perasaan 'jatuh cinta' ini telah menyakiti dan melukai hati banyak orang, tapi perasaan ini tidak bisa dibohongi. Sudah cukup aku berbohong sangat lama kini waktunya untuk aku jujur karena aku mencintaimu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar